訾盗云
2019-05-22 13:37:11
2016年10月1日上午10:20发布
2016年10月1日上午10:20更新

Videotron的。 Salah satu satu videotron yang tiba-tiba menayangkan adegan film dewasa pada Jumat sore,9月30日。 Foto dari akun Twitter @Fahrizal_Reza

Videotron的。 Salah satu satu videotron yang tiba-tiba menayangkan adegan film dewasa pada Jumat sore,9月30日。 Foto dari akun Twitter @Fahrizal_Reza

雅加达,印度尼西亚 - Penyidik Polda Metro Jaya masih menyelidiki motif penayangan film porno pada layar LED videotron di Jalan Pangeran Antasari,Jakarta Selatan。 Mereka masih belum dapat memastikan apakah munculnya tayangan tersebut disengaja atau sabotase。

“Petugas masih lidik(menyelidiki)ke供应商,”ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono pada Jumat,9月30日雅加达。

Untuk menyelidiki kasus tersebut,otoritas berwenang melibatkan penyidik Mabes Polri dan Subdirektorat Cyber​​ Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya。 Petugas gabungan memeriksa kantor PT Transito Adimasi yang berlokasi di Gedung Kompas Gramedia Palmerah Jakarta Barat。 PT Transito merupakan pengelola videotron di area tersebut。

Usai melakukan penyelidikan dari kantor PT Transito,polisi menyita satu unit CPU komputer。

Sebuah videotron di Jalan Pangeran Antasari menarik perhatian publik pada Jumat sore kemarin ketika menayangkan adegan色情。 Videotron itu menampilkan seorang perempuan Asia yang tengah melakukan adegan oral seks。

Sontak,tayangan itu menyebabkan para pengendara yang tengah melintas berhenti dan mulai mengabadikan gambar serta video lalu mengunggahnya di media sosial。

Sementara,menurut Gubernur DKI雅加达,Basuki Tjahaja“Ahok”Purnama mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan,izin reklame di papan berukuran 24米persegi itu sudah habis sejak tahun 2010.Tetapi,pajaknya baru selesai pada Oktober mendatang。

“Maka,saya sudah minta agar dibongkar,”ujar Ahok seperti dikutip media。

Sebab,berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 9 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame,biro reklame harus memiliki surat izin usaha perdagangan dan surat izin usaha jasa konstruksi。 - dengan laporan ANTARA / Rappler.com