荀硎街
2019-05-22 10:26:04
发布于2016年9月30日下午4点28分
2016年10月28日上午10:55更新

Basuki Tjahaja Purnama(kedua kanan)dan Djarot Saiful Hidayat(ketiga kanan)menerima tanda terima pendaftaran Cagub-Cawagub DKI雅加达2017 dari Ketua KPUD DKI雅加达Rabu(21/9)。 Foto oleh Rosa Panggabean / ANTARA

Basuki Tjahaja Purnama(kedua kanan)dan Djarot Saiful Hidayat(ketiga kanan)menerima tanda terima pendaftaran Cagub-Cawagub DKI雅加达2017 dari Ketua KPUD DKI雅加达Rabu(21/9)。 Foto oleh Rosa Panggabean / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Sekretaris DPD PDIP DKI雅加达Prasetyo Edi Marsudi ditunjuk menjadi ketua tim pemenangan kandidat pasangan Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah DKI雅加达2017。

“Hari ini saya ditunjuk sebagai tim pemenangan Ahok-Djarot。 Mudah-mudahan jadi pemenang di pemilu,“kata Prasetyo saat jumpa pers di Rumah Lembang,Menteng,Jakarta Pusat,Jumat 2016年9月30日。

Prasetyo mengatakan dirinya akan langsung bekerja setelah penunjukkan。 Ia,antara lain,akan segera berkoordinasi dengan empat partai pendukung pasangan Ahok-Djarot,yakni PDIP,Hanura,Golkar,dan Nasdem,untuk menyusun struktur tim。

Targetnya tim sukses Ahok-Djarot sudah terbentuk sebelum 4 Oktober 2016.Ia juga berharap nantinya tim bisa ramping dengan jumlah anggota tak lebih dari 50 orang。 “Seminimalis mungkin,”kata Prasetyo。

Penunjukkan Prasetyo sebagai ketua tim sukses Ahok-Djarot ini mendapatkan dukungan dari Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia I(Jawa dan Sumatera)dari DPP Partai Golkar Nusron Wahid。

Nusron mengatakan Prasetyo dipilih karena ia memiliki rekam jejak yang bagus dan punya pengalaman panjang dalam konsolidasi politik dan pemilihan umum。 Prasetyo,antara lain,terlibat dalam tim sukses Jokowi-Ahok di Pilkada DKI 2012

“Dia pemain Jakarta,punya pengalaman di Jakarta,”kata Nusron tentang Prasetyo。 Rencananya tim pemenangan Ahok-Djarot ini akan didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta pada 4 Oktober 2016。

Nusron Wahid sendiri sebelumnya memimpin tim sukses pasangan Ahok-Djarot ketika mereka masih diperkuat tiga partai,yakni Golkar,Hanura,dan Nasdem。 Namun masuknya PDIP membuat konstelasi konstelasi berubah。

Golkar yang hanya mendapatkan 9 kursi di DPRD Jakarta harus merelakan posisi Nusron diambil alih Prasetyo yang berasal dari PDIP。 Sebab,perolehan kursi PDIP di DPRD雅加达mencapai 28 kursi。 --dengan laporan ANTARA / Rappler.com