习噫幡
2019-05-22 10:51:10
2016年9月30日下午2:46发布
2016年9月30日下午2:50更新

Banjir melanda kawasan Kemang Utara setelah hujan deras,Jakarta,Sabtu(24/9)。 Foto oleh Rosa PanggabeanANTARA

Banjir melanda kawasan Kemang Utara setelah hujan deras,Jakarta,Sabtu(24/9)。 Foto oleh Rosa PanggabeanANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kepala Satuan Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD)DKI Denny Wahyu Haryanto mengatakan tren banjir di Jakarta menurun dalam dua tahun terakhir。

“Karena normalisasi sungai dan saluran yang terus-menerus dilakukan,saat ini ada 66 kelurahan yang tidak lagi terendam banjir,di antaranya di daerah Petamburan dan Kampung Pulo,”ujar Denny pada Jumat,2016年9月30日。

Denny mencontohkan,sejak Januari hingga Agustus 2016,hanya tercatat 700 kasus banjir di Jakarta。 Jumlah ini menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015,yakni 889 kasus。

Menurunnya kasus banjir ini,Denny melanjutkan,antara lain karena normalisasi sungai dan saluran air yang terus-menerus dilakukan Pemerintah Provinsi DKI雅加达。

Normalisasi sungai ini membuat titik-titik yang dulu menjadi langganan banjir kini tak lagi lagi terendam air。 Tahun ini,kata Denny,ada 66 kelurahan di DKI Jakarta yang sudah terbebas dari banjir。 Padahal,kelurahan-kelurahan tersebut langganan banjir pada tahun sebelumnya。

BPBD DKI雅加达mencatat ada 267 keluarahan di DKI雅加达。 Dari jumlah tersebut,108 kelurahan terkena terdampak banjir,37 di antaranya merupakan wilayah yang baru mengalami banjir pada tahun ini。

Sebanyak 71 kelurahan lainnya sering terendam banjir dan 87 kelurahan sejak semula memang tidak terdampak banjir。 Sisanya,tujuh kelurahan terletak di Kepulauan Seribu。

Denny mengatakan titik-titik genangan pada tahun ini cenderung bergerak ke arah Selatan。 Sedangkan pada tahun lalu,banjir terjadi paling banyak di bagian utara,seperti Jakarta Utara,Jakarta Barat dan Jakarta Timur bagian utara。

“Ada beberapa upaya yang kami lakukan untuk mengantisipasi banjir pada tahun ini,yakni memperkuat sistem peringatan dini banjir dan menyiapkan relawan terlatih untuk dikerahkan dalam penanganan banjir,”kata Denny。 --dengan laporan ANTARA / Rappler.com