冷吱
2019-05-22 11:53:11
发布于2016年9月29日12:31
2016年9月30日下午3:46更新

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menjadi pembicara di acara 2016年2016年9月29日雅加达2016年社会良好峰会.Photo oleh Rappler

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menjadi pembicara di acara 2016年2016年9月29日雅加达2016年社会良好峰会.Photo oleh Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Menteri Kelautan dan Perikanan(KKP)Susi Pudjiastuti mengungkapkan pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem bagi masyarakat Indonesia。 Salah satu caranya adalah lewat gerakan anak-anak muda。

“Kalau ada yang mengancam perikanan Indonesia,Anda harus menjadi suporter terdepan.Jadi sukarelawan untuk alam Anda,masa depan Anda,”kata Susi saat menjadi 主题演讲人 dalam acara社会善举2016年雅加达pada Kamis,9月29日。

(BACA: 公益 )

Menurut Susi,masa depan kelautan berada di tangan seluruh rakyat印度尼西亚。

Setelah ditunjuk sebagai menteri oleh Presiden Joko“Jokowi”Widodo pada 2014 lalu,Susi memang membawa banyak perubahan di sektor perikanan。 Salah satu yang paling disorot adalah pemberantasan pencurian ikan。

Dari ikan hingga ABK

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat mempresentasikan soal perbudakan di kapal saat acara Social Good Summit 2016 di Jakarta,pada 2016年9月29日。摄影oleh Rappler

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat mempresentasikan soal perbudakan di kapal saat acara Social Good Summit 2016 di Jakarta,pada 2016年9月29日。摄影oleh Rappler

Hal pertama yang ia lakukan sejak terpilih menjadi menteri adalah melakukan evaluasi atas kapal penangkap ikan di Indonesia。 Saat itu,Susi menemukan banyak kapal eks-asing yang berubah menjadi berbendera Indonesia; kemudian menjual ikannya ke pabrik asing。

Transaksi ini berlangsung secara diam-diam di perbatasan dengan laut wilayah negara lain。 Ikan-ikan yang ditangkap kapal ini dipindahkan ke kapal lain yang lebih besar( 转运 )。 Sayangnya,duit transaksi ini tak ada yang dinikmati oleh nelayan Indonesia ataupun negara。

Longgarnya hukum juga dinikmati oleh kapal asing lain,yang secara terang-terangan menerobos batas wilayah dan memancing di perairan Indonesia。 Padahal,hal tersebut tidak boleh。

Susi sadar perbuatan ini tidak mungkin terjadi tanpa adanya keterlibatan orang dalam pemerintahan印度尼西亚。

“Saya tahu,tapi kalau misalkan aparat kita tindak,petugas KKP,militer semua dipidanakan,nanti siapa yang menangkap pencuri ini,”kata Susi。

Maka,ia membuat satuan komando khusus yang bernama Satgas IUU fishing yang melakukan analisa dan evaluasi atas kapal-kapal eks-asing di Indonesia。 Hasilnya,ditemukan 1.132 kapal eks-asing berbendera Indonesia,yang mayoritas berasal dari Tiongkok。

Setelah penertiban ini,apa hasil yang didapat? Devisa negara dari sektor perikanan meningkat。 Salah satunya adalah lewat ikan cakalang yang devisanya diprediksi mencapai Rp3,1 miliar。 Namun,tanpa satgas,angkanya bisa turun hingga 81 persen。

Selain kapal,ternyata anak buah kapal(ABK)印度尼西亚juga banyak yang tak berizin。 Susi mencatat jumlahnya mencapai 500 ribu orang。 “Pada 200 ribu kami ketahui,sekitar 300 ribuan tidak tahu lokasinya di mana,”kata Susi。

Kasus ini menarik perhatiannya setelah investigasi di sebuah pabrik ikan di Benjina,Kepulauan Aru,Maluku,yang diliput oleh kantor berita Associated Press(AP)。 Di situ,terungkap praktek perbudakan terhadap ABK asal缅甸,泰国,丹lain-lain杨bekerja dalam kondisi mengenaskan。

“Barang mereka hanya sebuah kantong plastik,”kata Susi。

Kebanyakan ABK ini sengaja diperkerjakan di lokasi yang jauh dari tempat tinggal mereka hingga tidak bisa kabur。 Susi juga menemukan beberapa orang ABK Indonesia diperkerjakan di Afrika。

“Mereka tidak pernah berkomunikasi dengan keluarganya juga,”katanya。

民政党anak muda

Karena itulah,Susi mendorong anak-anak muda supaya memberi solusi bagi masalah ini。

“Kalian bisa lewat blog atau apa,cari orang-orang ini,”kata Susi。

Ia mengatakan potensi laut印度尼西亚sangat besar,dengan hamparan paling luas nomor dua setelah Kanada。 Karena itulah ia berupaya untuk menjaga ekosistem supaya tetap lestari。

Salah satunya adalah lewat larangan menggunakan jaring di lokasi sepanjang 4 mil dari bibir pantai。 “Ikan dewasa akan kembali dan kawin di area itu,maka harus dijaga,”ujarnya。

Laut tidak sehat,kata dia,jauh lebih bahaya daripada hutan yang tidak sehat。 Namun,lanjut Susi,pola pikir orang Indonesia sudah ditekankan kalau hutan lebih penting karena agrikultur。 Padahal,laut memiliki potensi yang tak kalah luar biasa。 - Rappler.com

BACA JUGA: