詹嘶
2019-05-22 02:23:12
2016年9月28日下午10:48发布
2016年9月28日下午10:48更新

Warga lingkar tambang Freeport di Papua berkumpul di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pejuang hak tujuh suku Jecky Amisim yang meninggal dunia pada Sabtu,9月23日。摄影:Istimewa

Warga lingkar tambang Freeport di Papua berkumpul di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pejuang hak tujuh suku Jecky Amisim yang meninggal dunia pada Sabtu,9月23日。 摄影:Istimewa

雅加达,印度尼西亚 - Tokoh Suku Amungme Jecky Amisim dimakamkan pada Rabu,9月28日,meski manajemen PT Freeport Indonesia belum memenuhi tuntutan untuk memberikan status khusus kepada tujuh suku di sekitar tambang。

Manase Degey,Sekretaris Jenderal Tim Pemberdayaan Tujuh Suku Papua,mengatakan mereka memberi Freeport waktu dua minggu untuk menjawab tuntutan yang diserahkan pada Selasa,9月27日。

“Kalau sampai batas waktu itu manajemen masih berbelit-belit,kami akan memobilisasi massa untuk menghentikan operasi Freeport,”kata Manase kepada Rappler pada Rabu malam。

Tujuh suku yang berada di sekitar tambang Freeport di Papua adalah Suku Amungme,Suku Moni,Suku Kamoro,Suku Dani,Suku Duga,Suku Damal,dan Suku Mee。

Jecky Amisim,salah pemimpin serikat pekerja PT Freeport Indonesia dan pejuang hak tujuh suku sekitar pertambagan Freeport,meninggal dunia pada Sabtu,9月23日,setelah mengeluh sakit ulu hati。

Pada Selasa,9月27日,tetua suku mendesak utusan Freeport yang datang ke rumah duka untuk menandatangani sebuah“Kesepakatan Bersama”di atas jenazah Jecky Amisim。

Karena utusan Freeport tidak bisa mengambil keputusan,keluarga dan tetua suku memutuskan menunda pemakaman Koordinator Umum Tim Pemberdayaan Suku Papua itu。

Dalam kopi“Kesepakatan Bersama”yang diterima Rappler,anggota Tim Pemberdayaan menuntut Freeport menjadikan mereka bagian dari manajemen dengan tugas khusus,antara lain,merekrut,melatih,dan mendidik karyawan dari tujuh suku tersebut。

Manase mengaku usulan untuk menjadikan Tim Pemberdayaan bagian dari manajemen Freeport sudah diterima pemilik James R. Moffet pada 2003 lalu dan disetujui Dewan Komisaris Freeport Indonesia pada 1 Februari 2005。

“Kami menuntut manajemen Freeport melaksanakan kesepakatan tersebut,”kata Manase。

Tim Pemberdayaan juga mendesak Freeport memberi uang apresiasi sebesar satu bulan gajji dan promosi serentak kepada semua karyawan Freeport。

Rappler berusaha mendapat komentar dari Freeport Indonesia di Jakarta,tetapi belum berhasil hingga berita ini diturunkan。 - Rappler.com。

BACA JUGA: