冷吱
2019-05-22 08:18:01
2016年9月28日下午7:41发布
更新时间:2016年10月28日上午10:56

RATAS。 Menko Polhukam Wiranto(kiri)berdiskusi dengan Mensesneg Pratikno(kanan)saat Rapat Terbatas bersama menteri Kabinet Kerja membahas“Nation Branding”(citra bangsa)yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Kantor Kepresidenan,Jakarta,Selasa,9月27日。 Foto oleh Yudhi Mahatma / ANTARA

RATAS。 Menko Polhukam Wiranto(kiri)berdiskusi dengan Mensesneg Pratikno(kanan)saat Rapat Terbatas bersama menteri Kabinet Kerja membahas“Nation Branding”(citra bangsa)yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Kantor Kepresidenan,Jakarta,Selasa,9月27日。 Foto oleh Yudhi Mahatma / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Menteri Sekretaris Negara,Pratikno,membantah dirinya pernah bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra,Prabowo Subianto di kediamannya。 Sebagai pejabat negara,kata Pratikno,tidak boleh mendukung terhadap calon mana pun dalam Pilkada DKI 2017。

“Kita netral saja。 Jadi,sama sekali tidak ada kaitannya antara berkunjung,menemui(Partai)Gerindra dengan pencalonan siapa pun,“ujar Pratikno yang ditemui di Istana Negara pada Rabu,9月28日。

Dia mengatakan selama ini sudah membantah pemberitaan tersebut。 Tetapi,berita tersebut kembali muncul。

“Oleh sebab itu,saya bantah lagi bahwa berita terse but tidak benar,”katanya。

Pratikno juga membantah pernah mengklarifikasi mengenai pemberitaan adanya pertemuan tersebut ke Partai Gerindra。 Namun,dia tidak menganggap tuduhan berisi dukungan bagi Anies adalah sesuatu yang serius。 Oleh sebab itu,dia tidak berpikir akan membawa masalah ini ke ranah hukum。

Pratikno mengaku tidak mengenal Prabowo secara pribadi dan tak pernah bertemu。 Sehingga,tidak mungkin dia datang ke kediaman Prabowo untuk menyampaikan dukungan Presiden Joko Widodo bagi Anies Baswedan menjadi cagub。

Presiden Jokowi berharap Pilkada DKI tahun 2017 berjalan dengan demokratis dan menghasilkan pemimpin yang mampu membangun ibukota。

“Sebab DKI kan membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan punya komitmen besar untuk memberikan kontribusi besar bagi Indonesia menjadi negara yang juga besar。 Selain itu,sebagai ibukota,DKI memiliki permasalahan yang kompleks,“kata Pratikno。

Tidak pernah ada yang mengetahui dari mana sumber awal pemberitaan mengenai adanya pertemuan antara Pratikno dengan Prabowo。 Di beberapa media menyebut informasi itu keluar dari mulut Wakil 。

Tetapi,saat dikonfirmasi oleh Rappler,Arief mengaku justru tidak melihat pertemuan tersebut secara langsung。

“Saya berkomentar demikian karena ketika itu saya ditanya oleh media apakah betul ada pertemuan antara Pak Pratikno dengan Pak Prabowo untuk menjegal agar Anies tidak menjadi cagub。 Dan saya katakan kalau pun ada pertemuan itu,tidak mungkin untuk menjegal Anies,sebaliknya Pak Jokowi malah mendukung(Anies Baswedan),“ujar Arief ketika dihubungi Rappler melalui telepon pada Rabu,9月28日。

Arief berpendapat demikian karena Anies dan Pratikno memiliki kedekatan,lantaran sama-sama teman semasa kuliah di UGM dulu。 Selain itu,berdasarkan pengakuan Anies di sebuah stasiun televisi,Jokowi justru ingin mengucapkan terima kasih atas dedikasi pria yang menjadi Ketua Yayasan Indonesia Mengajar itu saat menjabat Mendikbud。

“Dalam tayangan di televisi kan Anies mengakui tiba-tiba dipanggil oleh Pak Jokowi dan ditawari menjadi Duta Besar,tetapi ditolak。 Sebagai gantinya,Jokowi menitipkan Anies ke Prabowo menjadi calon DKI 1,“kata Arief lagi。 - dengan laporan Santi Dewi / Rappler.com