邵赢
2019-05-22 01:32:13
2016年9月28日下午1:56发布
2016年9月28日下午1:56更新

Dimas Kanjeng dibawa ke ruang pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Jawa Timur。 Foto oleh Martudji / Rappler

Dimas Kanjeng dibawa ke ruang pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Jawa Timur。 Foto oleh Martudji / Rappler

SURABAYA,印度尼西亚 - Dimas Kanjeng Taat Pribadi,Pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng Probolinggo,Jawa Timur kembali diperiksa di Direktorat Kriminal Umum(Ditreskrimum)Kepolisian Daerah(Polda)Jawa Timur di Surabaya。

Pemeriksaan terkait kasus dugaan pembunuhan terhadap dua orang santri,yakni Ismail Hidayat dan Abdul Gani,serta dugaan kasus penipuan yang diduga dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi。

Dimas Kanjeng datang ke Direktorat Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Timur dengan mengenakan baju tahanan berwarna orange。 Kedua tangannya juga diborgol saat digiring dari ruang tahanan ke ruang pemeriksaan pada Rabu,2016年9月28日。

Meski tak lagi mengenakan pakaian kebesarannya,Dimas tetap terlihat rapi。 Rambutnya terlihat basah dan tersisir rapi。 Raut wajahnya juga tampak segar。 Ia ditangkap di rumahnya di Desa Wangkal,Kecamatan Gading,Kabupaten Probolinggo,pada Kamis 2016年9月22日。

Sambil berjalan,Dimas sesekali menjawab pertanyaan wartawan。 Ia juga terus berusaha tersenyum seakan tidak ada beban。 Padahal ia akan dijerat dengan tuduhan pembunuhan dan penipuan。

彭甘达昂

Dimas Kanjeng mengatakan dirinya memang memiliki ilmu untuk menggandakan uang seperti yang selama ini ramai dibicarakan。 “Insya Allah begitu,lah(bisa menggandakan uang)。(Caranya)dengan ilmu,”katanya。

Selain diduga melakukan pembunuhan dan penipuan,dia juga akan menjalani pemeriksaan terkait dugaan pencucian uang。 Untuk kasus penipuan,Polda Jawa Timur menerima tiga laporan。

“Sementara ini,fokus ke kasus pembunuhannya,”kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat(Kabid Humas)Polda Jawa Timur,Komisaris Besar Polisi RP Argo Yuwono,sambil menyebut ada dua kasus yang ditangani Polda Jawa Timur。 --Rappler.com