南门铼皴
2019-05-22 07:41:06
2016年9月28日下午1:12发布
2016年9月28日下午2:01更新

Dimas Kanjeng Kembali Diperiksa di Polda Jatim,Rabu 2016年9月28日。Foto oleh Martudji / Rappler

Dimas Kanjeng Kembali Diperiksa di Polda Jatim,Rabu 2016年9月28日。Foto oleh Martudji / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto kini tengah membidik Dimas Kanjeng Taat Pribadi untuk kasus pembunuhan terhadap santrinya yang bernama Abdul Ghani。

“Saat kami melakukan pemeriksaan saksi,saksi ini(Abdul Ghani)dipanggil beberapa kali tidak pernah datang.Kami tanya orang di Probolinggo ternyata saksi itu meninggal dunia,”kata Agus di Bareskrim Polri,Jakarta,Rabu 2016年9月28日。

Abdul Ghani,Agus melanjutkan,dulunya orang kepercayaan Dimas Kanjeng。 Ia disinyalir menjadi perpanjangan tangan Dimas dalam urusan pengumpulan uang dari para pengikut。

“Tapi karena sudah sadar,dia yang menjadi pengumpul uang takut dipertanggungjawabkan secara hukum。Yang bersangkutan kemudian membantu orang yang pernah menyetor melalui dia,”Agus melanjutkan。

Karena posisinya sebagai orang dekat Kanjeng Dimas,Abdul Ghani pun kemudian menjadi saksi kunci untuk mengungkap kasus penipuan Rp 25 miliar yang diduga dilakukan Dimas Kanjeng。

Untuk keperluan tersebut,Abdul Ghani pun dipanggil untuk dimintai keterangan。 Namun belakangan polisi mendapatkan kabar jika Abdul Ghani ditemukan tewas di Wonogiri。 “Abdul Ghani saksi kunci kami,”terang Agus。

Kasus Dimas Kanjeng sendiri bermula dari laporan seseorang bernama Muhammad Ainul Yaqin ke Bareskrim。 Ainul melaporkan Dimas Kanjeng atas tuduhan tindak pidana penipuan senilai Rp 25 miliar pada 20 Februari 2016。

Dari laporan ini kepolisian kemudian melakukan pengembangan dan menemukan ada kasus lain,yakni dugaan pembunuhan terhadap Abadul Ghani yang menjadi saksi kunci dalam kasus dugaan penipuan ini。 Kematian Abdul Ghani diduga atas inisiasi Dimas Kanjeng Taat Pribadi。

Saat ini polisi lebih mengutamakan mengungkap kasus pembuhan Abdul Ghani。 “Kami masih fokus sama kasus pembunuhan dulu.Memang,khusus masalah penipuannya korbannya sangat banyak,”kata Agus。 --Rappler.com