习噫幡
2019-05-22 04:24:07
发布于2016年9月27日9:56
更新时间:2016年9月28日上午7:21

PENGGUSURAN。 Walikota雅加达Selatan pada Rabu,9月28日akan menggusur sisa rumah warga yang masih berdiri di Bukit Duri。 Kebijakan itu ditempuh sebagai solusi mencegah banjir。 Foto oleh Diego Batara / Rappler

PENGGUSURAN。 Walikota雅加达Selatan pada Rabu,9月28日akan menggusur sisa rumah warga yang masih berdiri di Bukit Duri。 Kebijakan itu ditempuh sebagai solusi mencegah banjir。 Foto oleh Diego Batara / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Wali Kota雅加达Selatan memutuskan untuk merelokasi warga Bukit Duri yang masih tersisa pada Rabu,9月28日。 Mereka akan menertibkan 68 bidang yang masih tersisa。

“Rumah sebagian besar sudah dibongkar atau masih berdiri tapi sudah kosong.Tinggal dibersihkan,”kata Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi pada Selasa,9月27日,usai melaksanakan rapat teknis di kantornya。

Sejak turunnya surat peringatan(SP),banyak warga Bukit Duri yang telah secara sukarela membongkar rumah mereka sendiri。 Berdasarkan数据dari Kecamatan Tebet,sudah ada 313 bidang yang ditinggalkan penghuninya。 Saat ini,tersisa 68 Kepala Keluarga(KK)yang masih menolak dipindahkan。

阿克西达迈

Sementara itu,sejumlah warga yang tersisa merencanakan aksi damai pada saat pihak pemerintah datang ke tempat mereka。

“Jangan sampai ada bentrok,”kata Sandyawan Sumardi dari Sanggar Ciliwung Merdeka di kantornya pada Selasa,9月27日。

Aksi damai itu diikuti tidak hanya oleh Ciliwung Merdeka dan warga Bukit Duri,tetapi juga simpatisan lain seperti mahasiswa dan Lembaga Bantuan Hukum(LBH),serta lembaga swadaya masyarakat lainnya。 Aksi tersebut berupa pemasangan bendera,umbul-umbul,dan teatrikal。 Selain itu,akan ada juga pemberian'Gusur Award'yang ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama。

Menurut Sandy,warga yang masih bertahan sudah rela tempat tinggal mereka digusur。 Mereka berharap pemerintah menghormati class action yang tengah mereka ajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Pengadilan Tata Usaha Negara(PTUN)。

Meski demikian,perlakuan yang mereka dapat malah berbanding terbalik dengan rencana tersebut。 Samsudin,salah satu warga Bukit Duri,mengatakan pemerintah menggunakan cara lain untuk'mengusir'mereka secara halus。

Saat ini,warga yang masih bertahan tidak lagi mendapatkan akses listrik。 Sandy mengatakan,dampaknya pada pasokan air。

“Soalnya kan pompanya ikutan mati,”kata dia。

Selain itu,ada juga cara-cara seperti memanfaatkan sesama warga Bukit Duri。 Samsudin mengatakan ada sesama warga yang membongkar rumah warga lainnya,atau mendesak supaya segera meninggalkan Bukit Duri。

Mereka juga bertanya-tanya mengapa pemerintah begitu getol meminta warga untuk mengisi Rusunawa Rawa Bebek。 Padahal,ada yang lebih memilih untuk mengontrak di tempat lain yang tak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka saat ini。

Ada beberapa hal yang harus mereka pertimbangkan,terutama bagi yang bekerja di dekat Bukit Duri。

“Apakah ini supaya rapor gubernur terlihat bagus saja,rusunawa-nya penuh?” 卡塔萨姆苏丁。

Pantauan lapangan

Sementara itu,laporan warga dari lapangan mengatakan anggota Satpol PP,polisi sabhra,dan intel / reserse sudah mengepung wilayah yang hendak digusur pada Rabu pagi,9月28日。

“Benar-benar ketakutan berlebihan,rezim ini.Bukit Duri itu”kecil sekali“.. Kenapa mesti dikepung sejak malam hari begini rupa ..?,”seorang warga mengatakan kepada Rappler pada Selasa malam。

Saat ini 30 polisi Sabhara sudah tampak di pos keamanan keliling GIA dan sekitar 10 intel / reserse di depan cucian mobil sebelah GIA-Pangkalan Ojek SMA 8. - Rappler.com