从欣朊
2019-05-22 07:18:03
2016年9月27日中午12点发布
2016年9月27日中午12点更新

Petugas TNI mencari korban bencana banjir bandang di Lapangparis,Tarogong Kidul,Kabupaten Garut,Jabar,Sabtu(24/9)。 Foto oleh Wahyu Putro / ANTARA

Petugas TNI mencari korban bencana banjir bandang di Lapangparis,Tarogong Kidul,Kabupaten Garut,Jabar,Sabtu(24/9)。 Foto oleh Wahyu Putro / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei meminta status tanggap darurat bencana di Garut diperpanjang untuk 14 hari ke depan。

“Garut masih membutuhkan perpanjangan waktu untuk masa tanggap darurat bencana,”kata Willem Rampangilei seperti dikutip dari situs resmi BNPB,Selasa 2016年9月27日。

Willem mengatakan status tanggap darurat bencana perlu diperpanjang karena saat ini masih ada 19 korban hilang dan 6.361 jiwa masih mengungsi di 12 titik pengungsian。

Kerusakan bangunan juga cukup masif,yakni meliputi 605 rumah rusak berat,200 rumah rusak sedang,961 rumah rusak ringan,255 rumah terendam dan 283 rumah hanyut。

Selain itu juga terdapat kerusakan sekolah,rumah ibadah,rumah sakit serta bangunan umum lainnya。 Tidak mungkin mengatasi semua itu tanpa status tanggap darurat。

“Masih ada RSUD博士.Slamet yang masih belum berfungsi 100%dan sekolah yang belum beroperasi,”kata Willem Rampangilei。

Sampai saat ini,koban tewas akibat banjir bandang yang menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Garut telah menewaskan 34 orang。 Hari ini pencarian akan difokuskan di Waduk Jati Gede Kabupaten Sumedang。

Wilayah pencarian korban hilang juga telah diperluas hingga 40公里dari Garut ke bagian hilir。 Untuk itu,diperlukan perpanjangan status tanggap darurat yang akan berakhir hari ini。

Willem mengatakan pencarian 19 korban yang masih hilang masih terkendala oleh banyaknya sampah dan kayu yang masih berserakan。 Keputusan perpanjangan waktu tanggap darurat bencana akan diputuskan Bupati Garut sore ini。 --Rappler.com