从欣朊
2019-05-22 01:29:09
2016年9月27日上午11:28发布
2016年9月27日上午11:29更新

ERUPSI。材料debu vulkanik terlihat keluar dari kawah Gunung Bromo,Probolinggo,Jawa Timur,Kamis,12 Oktober(10/12)。 Foto oleh Ari Bowo Sucipto / ANTARA

ERUPSI。 材料debu vulkanik terlihat keluar dari kawah Gunung Bromo,Probolinggo,Jawa Timur,Kamis,12 Oktober(10/12)。 Foto oleh Ari Bowo Sucipto / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD)Kabupaten Lumajang,Jawa Timur,menyiapkan ribuan masker untuk mengantisipasi guguran abu vulkanis menyusul meningkatnya status Gunung Bromo menjadi Siaga(III级)。

“Stok masker yang sudah didistribusikan sebanyak 7.500 masker dan stok yang ada di BPBD sebanyak 2.000 masker.Sehingga stok diprediksi cukup,”kata Pelaksana tugas Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lumajang Hendro Wahyono,Selasa 2016年9月27日。

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi(PVMBG)menaikkan状态Gunung Bromo yang berdiri di perbatasan Probolinggo,Pasuruan,Malang,dan Lumajang itu dari Waspada(二级)menjadi Siaga terhitung sejak 2016年9月26日pukul 06.00 WIB。

Seperti diketahui,Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.329米dari permukaan laut。 Sehingga jika meletus sebaran abunya bisa menyebar ke beberapa daerah sekaligus。

Namun dari semua daerah yang berpotensi terdampak,ada dua desa di Kabupaten Lumajang yang paling berpotensi terkena dampak abu Gunung Bromo,yakni Desa Argosari dan Desa Ranupani di Kecamatan Senduro。

Hendro mengatakan sebaran abu vulkanis Gunung Bromo sangat ditentukan oleh arah angin。 Namun yang selama ini sering terjadi di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang,abu vulkanis mengarah ke barat dan timur。

“Kalau arah angin mengarah ke selatan,maka dua desa di Kecamatan Senduro akan terdampak hujan abu vulkanis,namun pihak BPBD Lumajang sudah menyiapkan masker untuk mengantisipasi dampaknya,”katanya。

Sampai sejauh ini,Hendro Wahyono melanjutkan,belum ada informasi tentang hujan abu vulkanis Bromo di Lumajang。 Meski begitu pihaknya tetap memantau aktivitas Gunung Bromo。

“Berdasarkan pengalaman erupsi Gunung Bromo sebelumnya saat berstatus Siaga,dampak yang dirasakan warga di Desa Argosari adalah tanaman sayuran yang ditanam warga Tengger terpapar abu vulkanis,”ujarnya menambahkan。

Meskipun belum ada laporan adanya hujan abu,namun PVMBG tetap merekomendasikan pengunjung,wisatawan,masyarakat,dan pendaki untuk tidak memasuki kawasan dalam radius 2,5 km dari kawah aktif Gunung Bromo。 --dengan laporan Antara / Rappler.com