祝刀
2019-05-22 09:45:04
2016年9月26日下午9:35发布
2016年9月26日下午10:04更新

Ong Bok Seong dihukum penjara seumur hidup di Kalimantan Barat karena terbukti menyelundupkan sabu-sabu ke Indonesia。 Foto oleh Slamet Ardiansyah。

Ong Bok Seong dihukum penjara seumur hidup di Kalimantan Barat karena terbukti menyelundupkan sabu-sabu ke Indonesia。 Foto oleh Slamet Ardiansyah。

PONTIANAK,印度尼西亚 - Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Sanggau di Kalimantan Barat melakukan banding atas keputusan majelis hakim yang menghukum penyelundup sabu-sabu asal Malaysia Ong Bok Seong penjara seumur hidup。

“Kami akan banding vonis yang telah dijatuhkan oleh majelis hakim。 捆绑akan segera kami ajukan,“kata Jaksa Ulfan Yustian Arif kepada Rappler pada Senin,9月26日。

Ulfan tidak menyebutkan tanggal kapan mereka menyerahkan banding tersebut。

Majelis hakim menghukum Ong(67 tahun)penjara seumur hidup pid Jumat,9月23日,karena menyelundupkan 11,254公斤sabu-sabu dari马来西亚pada bulan Januari lalu。 Sementara anggota jaringan Ong asal Indonesia,Hendry Gunawan,dihukum 13 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara。

Ong dan Hendry ditangkap oleh aparat Bea Cukai di Entikong di Kalimantan Barat pada 15 Januari 2016 lalu setelah menemukan 11,254公斤sabu-sabu antara lain di dalam CPU komputer,perseneling mobil,jok penumpang dan sopir,dashboard,loudspeaker dan dongkrak di bagian belakang mobil。

Pada 9月9日,jakasa menuntut Ong dihukum mati,sementara Hendry hukuman penjara 20 tahun dan denda Rp1 miliar。

Pada 9月13日,Ong menantang para hakim untuk menjatuhkan hukuman mati dengan tembakan di dada。

Tetapi pada saat hakim membaca vonis hukuman seumur hidup pada Jumat lalu,Ong mengatakan menerima dan tidak akan melakukan banding terhadap keputusan majelis hakim yang terdiri dari Didit Pambudi sebagai ketua,dan John Malvino Seda Noa Wea dan Maulana Abdillah selaku anggota。 - Rappler.com