计溯髓
2019-05-22 06:11:12
2016年9月26日下午3:16发布
2016年9月26日下午3:16更新

Koalisi Aktivis Mahasiswa dan Masyarakat Sulsel berunjuk rasa di Jalan Sultan Hasanuddin,Kabupaten Gowa,Sulawesi Selatan,pada 2016年9月16日。Mereka menolak Peraturan Daerah tentang penataan Lembaga Adat Daerah(LAD)karena dinilai telah merusak tatanan Kerajaan Gowa。 Foto oleh Abriawan Abhe / Antara

Koalisi Aktivis Mahasiswa dan Masyarakat Sulsel berunjuk rasa di Jalan Sultan Hasanuddin,Kabupaten Gowa,Sulawesi Selatan,pada 2016年9月16日。Mereka menolak Peraturan Daerah tentang penataan Lembaga Adat Daerah(LAD)karena dinilai telah merusak tatanan Kerajaan Gowa。 Foto oleh Abriawan Abhe / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Massa pengunjuk rasa mendatangi kemudian membakar kantor DPRD Gowa,Sulawesi Selatan,terkait dengan polemik Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2016 tentang Lembaga Adat Daerah(LAD),pada Senin,9月26日。

“Pembakaran dilakukan oleh salah satu kelompok yang sedang bertikai antara kelompok kerajaan Gowa dengan Pemerintah Kabupaten Gowa,”kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Frans Barung Mangera di Makassar,Senin。

Berdasarkan informasi yang diterima Polda Sulsel,pengunjuk rasa mendesak DPRD Gowa agar mencabut Perda No. 5 Tahun 2016 tentang Lembaga Adat Daerah yang telah menjadi polemik selama beberapa pekan ini。

Akar masalah

Sebelumnya,juga pernah terjadi bentrokan antara kubu Kerajaan Gowa dan Satpol PP Kabupaten Gowa pada 11月11日杨mengakibatkan dua orang terluka。

Bentrokan pecah saat prosesi“Accera Kalompoang”,atau pencucian benda pusaka Kerajaan Gowa di Istana Balla Lompoa(rumah besar)jalan KH Wahid Hasyim,Sungguminasa,Kabupaten Gowa,Sulawesi Selatan。

Perwakilan dari Dewan Adat Kerajaan Gowa,Andi Rivai,mengatakan pihaknya menyesalkan adanya bentuk perampasan hak kerajaan yang dikemas dalam bentuk Perda LAD,sehingga hak dan kewajiban kerajaan terkesan dikebiri pemerintah setempat。

“Sejak awal kami menolak pembentukan Perda itu.Seharusnya yang punya kewenangan atas prosesi itu kami,bukan mereka.Tetapi kami terus yang disalahkan,kami pun tidak pernah dilibatkan,padahal itu hak kerajaan bukan hak pemerintah daerah.Katanya melindungi adat tapi memunculkan konflik,”卡塔安迪里瓦。

Anggota kepolisian membubarkan warga saat terjadi bentrok antarwarga di Kawasan Balla Lompoa,Kabupaten Gowa,苏拉威西岛Selatan,pada 2016年9月12日.Bentrokan terjadi saat prosesi pencucian benda pusaka。 Foto oleh Abriawan Abhe / Antara

Anggota kepolisian membubarkan warga saat terjadi bentrok antarwarga di Kawasan Balla Lompoa,Kabupaten Gowa,苏拉威西岛Selatan,pada 2016年9月12日.Bentrokan terjadi saat prosesi pencucian benda pusaka。 Foto oleh Abriawan Abhe / Antara



Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo sebelumnya telah dilantik menjadi Ketua LAD Kabupaten Gowa dengan julukan“Somba Ri Gowa”atau penguasa di Kabupaten Gowa pada 8月8日oleh DPRD setempat。

Sebagai ketua dalam Perda yang diatur itu,Adnan bertindak tidak hanya sebagai pemimpin pemerintah tetapi juga adat。

Adnan dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa Raja Gowa terakhir,Andi Idjo Mattawang Karaeng Lalolang,mengakui telah meleburkan kerajaannya pada Negara Kesatuan Republik Indonesia,kemudian diangkat menjadi Bupati Gowa pertama pada 1946。

Dengan itu kemudian dirinya menyatakan sebagai raja terakhir di Gowa dan ini menjadi versi Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa menerbitkan Perda LAD karena ada dasar lain sebagai pegangan。

“Tidak ada lagi Raja Gowa setelah Andi Idjo Karaeng Lalolang,karena sudah berganti nama menjadi bupati.Ini berarti siapapun bupati di Gowa adalah sama dengan raja di Gowa di zaman kerajaan.Makanya Perda LAD ini mengatur bahwa bupati sebagai Ketua LAD menjalankan fungsi Sombayya(fungi) raja),“sebut Adnan dalam tulisannya。

Polisi panggil kedua pihak

Kepolisian sudah mengambil alih penanganan permasalahan ini dengan memanggil kedua belah pihak untuk sama-sama mempercayakan penyelesaian masalah ini。

Setelah dua pekan lebih,pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Keluarga Kerajaan Gowa mendatangi DPRD dan menuntut pihak legislatif untuk membatalkan Perda tersebut。

Pembakaran kantor itu dilakukan oleh warga terhadap ruang rapat paripurna kemudian merusak sejumlah kendaraan yang terparkir di gedung DPRD serta mengejar anggota Satpol PP。

Sementara gedung DPRD Gowa sebagai besar telah hangus。 Satu dari dua gedung habis dilalap api。 Ruang rapat paripurna,ruang sekretariat DPRD,dan ruang beberapa komisi jadi arang。

Termasuk ruangan ketua DPRD dan wakil ketua DPRD。 Kondisi itu menjadi parah karena massa melarang mobil pemadam kebakaran masuk ke area kantor。 -Antara / Rappler.com