萧孛庵
2019-05-22 08:20:03
2016年9月26日上午11:12发布
2016年9月26日上午11:12更新

Petugas gabungan dibantu alat berat mencari korban bencana banjir bandang pasca meluapnya aliran sungai Cimanuk di Lapangparis,Tarogong Kidul,Kabupaten Garut,Jabar,Sabtu(24/9)。 Foto oleh Wahyu Putro / ANTARA

Petugas gabungan dibantu alat berat mencari korban bencana banjir bandang pasca meluapnya aliran sungai Cimanuk di Lapangparis,Tarogong Kidul,Kabupaten Garut,Jabar,Sabtu(24/9)。 Foto oleh Wahyu Putro / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - 利马hari setelah banjir bandang menerjang Kabupaten Garut,20 korban hilang belum juga ditemukan。 Sampai saat ini Tim SAR masih terus melakukan pencarian。

“Kami menyisir sampai Sumedang,”kata Kepala Pusat Data Informasi BNPB,Sutopo Purwo Nugroho,dalam pernyataan tertulisnyam Senin 2016年9月26日。

Banjir bandang menerjang sejumlah daerah di Kabupaten Garut pada Selasa malam,2016年9月20日.Akibatnya 33 orang tewas dan ribuan rumah terendam air。

Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB)mencatat sampai Senin ini sebanyak 6.300 orang terpaksa menungsi dan tidak kurang dari 2 ribu rumah mengalami kerusakan。

Saat ini,Sutopo melanjutkan,pihaknya akan kembali berfokus pada pencarian 20 korban yang masih hilang。 Untuk itu Kepolisian Daerah Jawa Barat siap mengerahkan lima alat berat dan delapan anjing pelacak。

Tim pencari sudah menelusuri daerah di kawasan Bojonglarang,Cimacan,Lapangan Paris,Waduk Jatigede dan hingga Kampung Cusurat Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang。

Namun tim pencari masih mengalami kesulitan karena cuaca di lokasi pencarian yang kurang bersahabat。 “Karena di sini sering turun hujan,”kata Sutopo。 --dengan laporan ANTARA / Rappler.com