麦泸麸
2019-05-22 04:38:13
发布时间2016年9月26日上午12:54
2016年9月26日上午1:11更新

Foto istimewa

Foto istimewa

雅加达,印度尼西亚 - Seorang pejuang hak tujuh suku lingkar tambang PT Freeport di Papua meninggal dunia secara mendadak pada Sabtu malam,9月24日。

Jecky Amisim,Koordinator Tim Pemberdayaan Tujuh Suku,dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di Rumah Sakit Umum Daerah Mimika,Papua pada Sabtu malam pukul 23:30 WIT,kata Manase Degey,Sekretaris Jenderal TIm kepada Rappler pada Minggu malam,9月25日。

“Dia hanya mengeluh sakit di ulu hati,”kata Manase ketika ditanya mengenai penyebab kematian dan riwayat kesehatan Jecky Amisim,salah satu tokoh Suku Amungme。

Menurut Manase,pada saat hendak ke rumah sakit,Jecky Amisim masih ingin menyetir sendiri mobil。 “Dia jatuh ketika hendak masuk mobil.Istrinya melarikan dia ke rumah sakit tetapi dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit,”kata Manase。

Jecky Amisim adalah salah satu karyawan Freeport yang gigih memperjuangkan kepentingan karyawan dan tujuh suku lingkar tambang,yaitu Amungme,Moni,Kamoro,Dani,Duga,Damal,dan Mee。

Salah satu keberhasilan perjuangan Jecky Amisim dan teman-temannya adalah pembentukan Tim Pemberdayaan Tujuh Suku Papua sebagai unit PT Freeport Indonesia pada 2003 lalu。 Tim ini,antara lain,menangani masalah tenaga kerja dan pendidikan anggota masyarakat dari tujuh suku tersebut。

Sebagai Koordinator Tim Pemberdayaan Tujuh Suku,Jecky Amisim menjadi bagian dari manajemen Freeport Indonesia。

Freeport diminta bertanggung jawab

Sementara itu,keluarga Jecky Amisim meminta Freeport bertanggung jawab atas kematian salah satu tokoh suku Amungme itu。

“Keluarga beranggapan kematian Jecky Amisim tidak terlepas dari pekerjaannya memperjuangkan kepentingan pekerja dan tujuh suku lingkar tambang.Karena itu,pihak-pihak yang tidak mau memberi hak-hak masyarakat harus bertanggung jawab atas kematian beliau,”kata Manase。

Tim Pemberdayaan Tujuh Suku Papua juga minta semua unit PT Freeport Indonesia untuk mengheningkan cipta dan berdoa untuk Jecky Mamisin。

“Soal waktu pelaksanaan hening cipta itu diserahkan ke unit masing-masing,”kata Manase。 - Rappler.com