邵赢
2019-05-22 11:21:10
2016年9月24日上午11:43发布
2016年10月28日上午10:59更新

DAFTAR CAGUB。 Bakal Calon Gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono meninggalkan ruangan usai menyerahkan dokumen pendaftaran di Kantor Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta,Jumat,9月23日。 Foto oleh Rivan Awal Lingga / ANTARA

DAFTAR CAGUB。 Bakal Calon Gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono meninggalkan ruangan usai menyerahkan dokumen pendaftaran di Kantor Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta,Jumat,9月23日。 Foto oleh Rivan Awal Lingga / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Calon gubernur DKI,Agus Harimurti menyampaikan pidato di Wisma Proklamasi雅加达Pusat usai mendaftar di KPU DKI pada Jumat malam,9月23日。 Dalam pidatonya,Agus mengakui keputusannya untuk maju sebagai cagub tidaklah mudah。

“Tepat pukul 01:00,saya harus menentukan pilihan dan mengambil keputusan apakah saya akan tetap menjalani karir di militer atau menjalani pengabdian di lingkungan yang berbeda,”ujar Agus。

Dia mengisahkan dua hari yang lalu empat partai politik yakni PAN,PKB,PPP dan Partai Demokrat,serta sebagian kalangan masyarakat meminta kesediannya untuk menjadi cagub DKI。 Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono(SBY)itu mengaku memiliki waktu yang amat terbatas untuk mengambil keputusan。

Dia baru saja kembali dari Darwin Australia untuk membawa pasukan dalam menjalani latihan bersama antara TNI AD dan Angkatan Darat Negeri Kanguru。 Agus memahami keputusan yang akhirnya dia ambil,disayangkan dan dipertanyakan oleh sebagian pihak。

“Mereka menyebut saya memiliki karir dan masa depan yang baik di TNI。 Namun,layaknya seorang pemimpin,saya harus bisa mengambil keputusan dan tanpa paksaan serta tekanan dari siapa pun,“katanya lagi。

Selama 15 tahun,Agus mengabdikan dirinya di dunia militer。 Oleh sebab itu,dia merasa sangat berhutang budi kepada para atasan,senior dan seluruh prajurit di TNI。

“Dengan hati yang tulus,saya meyakinkan bahwa rasa cinta saya pada TNI yang telah melahirkan dan menempa saya(terhenti menahan haru).. tidak akan pernah pudar ... dan pada kesempatan yang baik ini pula izinkan saya untuk mengucapkan terima kasih,hormat dan juga( rasa)bangga saya kepada para atasan,senior,kepada rekan perwira serta seluruh prajurit ... seluruh prajurit yang pernah saya pimpin,... terus terang dengan hati yang berat,karena lebih dari 15 tahun saya berdinas di dunia keprajuritan,di jajaran TNI yang saya cintai dan saya banggakan,“tutur Agus menjelaskan perasaannya selama berkarir di TNI。

Usai keluar dari dunia militer,Agus mengaku siap untuk melakukan pengabdian di dunia politk dan pemerintahan。

“Saya dan Ibu Sylviana Murni bertekad dan berusaha sekuat tenaga membuat DKI Jakarta semakin maju,aman,tertib,ekonominya makin tumbuh,masyarakatnya sejahtera,kesenjangan sosial tidak semakin menjadi-jadi,hukum dan keadilan semakin tegak,kejahatan dapat semakin terus kita perangi,lingkungan kita semakin terjaga pemerintahan dikelola makin tertib,transparan dan akuntabel serta terbebas dari penyimpangan hukum dan aturan serta terus mengatasi permasalahan yang nyaris permanen seperti banjir dan kemacetan。“

“Semboyan yang kami usung adalah'Jakarta untuk Rakyat',karena Jakarta milik rakyat,milik kita semua,”kata Agus。 - dengan laporan ANTARA / Rappler.com