鞠礤赍
2019-05-22 13:11:05
2016年9月22日下午3:39发布
2016年9月22日下午3:41更新

Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Garut meninggalkan puing-puing di Kampung Cimacan,Garut,Jawa Barat,Rabu(21/9)。 Foto oleh Adeng Bustomi / ANTARA

Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Garut meninggalkan puing-puing di Kampung Cimacan,Garut,Jawa Barat,Rabu(21/9)。 Foto oleh Adeng Bustomi / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Garut pada Senin malam menewaskan setidaknya 23 orang dan 18 orang hilang。 Ribuan rumah terendam dan tak kurang dari 433 ribu jiwa mengungsi。
Sampai saat ini pencarian terhadap korban hilang masih terus dilakukan。 Pencarian melibatkan tim gabungan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BPBD),Badan SAR Nasional,TNI,Polri,PMI,dan Tagana。

Sementara untuk memetakan dampak bencana,BPBD menggandeng sejumlah lembaga,seperti Lapan,BIG dan BPPT。 “Pemetaan dilakukan dengan menerbangkan drone,”demikian keterangan yang tertulis dalam situs resmi ,Kamis 2016年9月22日。

Jumlah kerugian belum bisa dihitung karena tim masih berkonsentrasi mencari korban hilang dan mengurus pengungsi。 BNPB sendiri telah mengirim bantuan logistik senilai Rp 2 milyar。

Bantuan berupa makanan siap saji,selimut,tikar,tenda,pakaian sekolah dan kidsware dan lainnya。 “Dana Siap Pakai untuk mendukung operarasional tanggap Rp 400 Juta,”kata Ketua BNPB,Willem Rampangilei,pada Rabu malam,9月21日。

Sekolah jalan terus

Banjir bandang tak hanya menerjang rumah,tapi juga gedung-gedung sekolah。 Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mencatat setidaknya ada 11 sekolah yang terkena dampak banjir dengan total kerugian mencapai Rp 1,4 miliar。

Meski begitu,sekolah akan tetap berjalan。 Willem Rampangilei mengatakan pihaknya akan segera mengadakan tempat darurat untuk sekolah。 Ia memastikan,meski kondisi belum sepenuhnya pulih,namun pendidikan akan tetap menjadi prioritas utama .-- Rappler.com