訾盗云
2019-05-22 05:50:10
发布时间2016年9月21日上午12:28
更新时间2016年9月21日上午12:42

Para nelayan Indonesia yang bekerja di perusahaan Malaysia。 Foto Slamet Ardiansyah。

Para nelayan Indonesia yang bekerja di perusahaan Malaysia。 Foto Slamet Ardiansyah。

PONTIANAK,印度尼西亚 - Sebuah kapal ikan berbendera马来西亚ditangkap oleh kapal patroli Angkatan Laut pada Minggu,9月18日,karena menangkap ikan di perairan Tanjung Datu,Temajuk,Kalimantan Barat。

Dalam investigasi awal,keenam anak buah kapal tersebut,termasuk nahkoda Parno别名Olak,mengaku sebagai warga negara Indonesia asal Kalimantan Barat。

“Menurut pengakuan nakhodanya,mereka baru 3 hari menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia,”kata Mayor Laut Muhammad Romsin,Komandan Satuan Keamanan Laut Lantamal XII Pontianak,pada Selasa,9月20日。

Saat ditangkap,kapal bernomor lambung SF 1-2929 itu sedang menangkap ikan menggunakan pukat trawl di perairan Indonesia。 Kapal nelayan Malaysia itu sudah menampung kurang Iebih 750公斤ikan dari berbagai jenis,”kata Romsin。

Menurut Romsin,pada saat diperiksa para nelayan itu hanya menunjukkan buku pelaut dan satu surat pihak otoritas pelayaran Malaysia。

“Karena tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat yang sah,baik kelengkapan surat pelayaran kapal maupun kelengkapan berlayar para ABK,maka kasus ini akan terus diproses dan terus diselidiki lebih lanjut,”kata Romsin。

Nahkoda kapal Parno mengaku sudah dua kali menggunakan kapal nelayan Malaysia untuk mencuri ikan di wilayah laut Indonesia untuk dijual ke Kuching,Malaysia。

“Saya sudah 18 tahun kerja di Malaysia sebagai nelayan。Kami sekali turun ke laut itu selama 2 minggu dengan hasil biasanya lebih 10 ton ikan dari berbagai jenis。Dan kami digaji per bulan tergantung jabatan,ya kalau saya satu bulan RM2000,kalau ABK ada yang RM700,“kata Olak。

Nilai tukar ringgit ke rupiah pada Selasa,9月20日,adalah Rp3.193,42。 Artinya,gaji Olak sebagai nahkoda mencapai sekitar Rp6,2 juta per bulan。

Olak mengakui bahwa dirinya tahu benar kapal nelayan马来西亚杨dinahkodainya masuk mengambil ikan di laut印度尼西亚。

“Saya baru dua bulan jadi nakhoda kapal KM.SF 1-2929 ini,dan saya tahu kami masuk Indonesia.Ini cuma”silap“saja maklum namanya juga cari makan,”kata Olak tampa mau menyebutkan nama perusahaan pemilik kapal tersebut。 - Rappler.com