从欣朊
2019-05-22 04:44:05
2016年9月20日下午7:49发布
更新时间2016年9月21日上午8:50

Jamaah haji asal Indonesia sebelum berangkat naik pesawat menuju Mekah,Arab Saudi,pada 2007年11月17日。摄影oleh Mast Irham / EPA

Jamaah haji asal Indonesia sebelum berangkat naik pesawat menuju Mekah,Arab Saudi,pada 2007年11月17日。摄影oleh Mast Irham / EPA

雅加达,印度尼西亚 - Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto memastikan tidak ada jamaah haji asal Indonesia dalam kloter pertama yang tiba di Bandara Ninoy Aquino Internasional,Filipina,Senin 2016年9月19日。

“Laporan dan konfirmasi langsung,baik dari tim Bareskrim serta pemerintah Filipina,menyebutkan bahwa 700 jamaah haji yang telah tiba itu murni berasal dari Filipina,”kata Ari Dono saat dikonfirmasi,Selasa 2016年9月20日。

Sebelumnya disebutkan ada setidaknya 700 jamaah haji asal Indonesia yang menggunakan paspor Filipina。 Mereka diduga berangkat haji dari Filipina karena antrian haji di tanah air sangat panjang。

Penggunaan paspor Fipilina untuk berangkat haji ini dianggap menyalahi aturan。 Karena itu mereka terancam akan menemui kendala saat mendarat di Filipina。 Karena itu pemerintah印度尼西亚kemudian mengirimkan tim untuk membantu mereka。

Kasus ini terungkap saat imigrasi Filipina menangkap asal Indonesia pada pertengahan Agustus。 Mereka kedapatan memegang paspor Filipina secara ilegal。

Sampai saat ini tim yang terdiri dari perwakilan Mabes Polri,Kementerian Luar Negeri,Kementerian Agama serta instansi terkait lainnya masih memonitor kedatangan jamaah haji di Filipina。 --Rappler.com