南门铼皴
2019-05-22 05:27:06
2016年9月20日上午1:37发布
2016年9月20日上午1:45更新

Terdakwa kasus kematian Mirna Wayan Salihin,Jessica Kumala Wongso(kiri)mendengarkan keterangan saksi Ahli Psikologi UI Dewi Taviana dalam sidang ke-22 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,Jakarta,Senin(19/9)。 Ketua tim penasihat hukum Otto Hasibuan mengkonfrontir pernyataan dari Dewi Taviana dengan pernyataan ahli psikologi yang dihadirkan JPU yakni Antonia Ratih。 ANTARA FOTO / Rosa Panggabean / pd / 16。

Terdakwa kasus kematian Mirna Wayan Salihin,Jessica Kumala Wongso(kiri)mendengarkan keterangan saksi Ahli Psikologi UI Dewi Taviana dalam sidang ke-22 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,Jakarta,Senin(19/9)。 Ketua tim penasihat hukum Otto Hasibuan mengkonfrontir pernyataan dari Dewi Taviana dengan pernyataan ahli psikologi yang dihadirkan JPU yakni Antonia Ratih。 ANTARA FOTO / Rosa Panggabean / pd / 16。

雅加达,印度尼西亚 - Setelah berpolemik seputar rekaman CCTV pada sidang ke-21,sidang lanjutan Jessica Kumala Wongso kali ini menyoroti pembawa kopi bersianida。

Kuasa Hukum Jessica,Otto Hasibuan,pada sidang ke-22 yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,Senin 2016年9月19日,mengatakan Jessica bukan satu-satunya yang patut dicurigai membubuhkan sianida ke dalam kopi yang diminum Mira。

Sebab ada tiga orang lain yang turut memegang cangkir kopi tersebut,yakni pembuat kopi,waiter,dan Hani。 Jessica dijadikan terdakwa karena dia yang paling lama“bersentuhan”dengan kopi,yakni 51 menit。

Namun saksi ahli yang dihadirkan kuasa hukum Jessica,Agus Mauludi,mengatakan semua orang yang turut serta dalam proses kopi tersebut berpotensial membubuhkan sianida ke dalamnya。

“Yang ada di proses itu berpotensi。 (Semuanya)Potensial,“kata Agus。 Namun sampai kesaksiannya berakhir,ahli psikologi ini enggan menyimpulkan siapakah yang memasukkan siandia ke dalam kopi Mirna。

Dalam persidangan kali ini,kuasa hukum Jessica juga menghadirkan saksi ahli lain,yakni Dewi Taviana Walida Haroen sebagai ahli psikologi。 Dewi kembali menyoroti中央电视台。

Menurutnya rekaman CCTV hanyalah serpihan foto dan gambar yang tidak bisa dikategorikan sebagai data。 Karena itu rekaman CCTV tidak bisa digunakan untuk mengambil kesimpulan。 “Karena数据yang diberikan terlalu minim,”katanya。 --Rappler.com