习噫幡
2019-05-22 07:28:04
2016年9月16日晚上11:04发布
2016年9月16日下午11:05更新

Tim Pencari Fakta Gabungan yang dibentuk Polri(dari ki-ka)Anggota Kompolnas Poengky Indarti,Ketua Setara Institute Hendardi,Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar,Akademisi Universitas Indonesia Effendi Gazali dan Kepala Biro Pertanggung Jawaban Profesi Div Propam Polri Brigjen Pol Coky Manurung,memberikan keterangan pers hasil investigasi testimoni terpidana mati Freddy Budiman di Kompleks STIK / PTIK,Jakarta,Kamis,9月15日。 Foto oleh Reno Esnir / ANTARA

Tim Pencari Fakta Gabungan yang dibentuk Polri(dari ki-ka)Anggota Kompolnas Poengky Indarti,Ketua Setara Institute Hendardi,Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar,Akademisi Universitas Indonesia Effendi Gazali dan Kepala Biro Pertanggung Jawaban Profesi Div Propam Polri Brigjen Pol Coky Manurung,memberikan keterangan pers hasil investigasi testimoni terpidana mati Freddy Budiman di Kompleks STIK / PTIK,Jakarta,Kamis,9月15日。 Foto oleh Reno Esnir / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Jaksa Agung M Prasetyo berencana membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti temuan Tim Pencari Fakta Gabungan(TPFG)bentukan Polri。

TPFG sebelumnya menemukan ada seorang jaksa yang memeras terpidana mati kasus narkoba,Tedja Harsoyo。

Tedja adalah orang yang diduga dijadikan tumbal oleh jaringan Freddy Budiman。 Ketika diproses hukum,Tedja justru diperas oleh jaksa tersebut。

Bahkan,jaksa itu juga meminta istri Tedja menemaninya berkaraoke。 Untuk menelusuri informasi inilah Jaksa Agung M Prasetyo kemudian membuat tim pencari fakta。

“Untuk melanjutkan temuan tim pencari fakta Polri,”kata Prasetyo di Kantor Kejaksaan Agung,Jakarta,Jumat 2016年9月16日。

Tim pencari fakta,Prasetyo melanjutkan,penting dibentuk karena informasi dari TPFG masih bersifat sumir dan tanpa disertai bukti kuat。

“Jangan ada isu-isu atau berbagai macam dugaan temuan yang masih perlu pembuktian,”kata Prasetyo melajutkan。

Ia berjanji akan menindak tegas jika memang ada jaksa yang memeras。 “Kalau salah ya kami proses,”kata Prasetyo。 --Rappler.com