訾盗云
2019-05-22 08:37:12
2016年9月16日上午10:36发布
2016年10月3日下午4:22更新

雅加达,印度尼西亚 - 印度尼西亚akan segera memblokir 3 aplikasi pencari kencan sesama jenis setelah pihak berwenang menemukan penyalahgunaan untuk menjual anak-anak dalam kasus prostitusi online

Kementerian Komunikasi dan Informatika(Kemkominfo)telah mengirim surat kepada penyedia internet untuk memblokir aplikasi Grindr,Blued,dan BoyAhoy pada Kamis,9月15日。

“Kami akan memulai memblokir aplikasi LGBT,”kata Kepala Biro Humas Kominfo Noor Izza kepada AFP,Kamis。

Ia mengatakan aplikasi-aplikasi tersebut memiliki“konten seksual yang menyimpang”sehingga harus diambil langkah berupa pemblokiran。

Menurutnya,proses pemblokiran ini akan memakan waktu beberapa hari sebelum ketiga aplikasi tersebut tidak dapat diakses oleh pengguna dari Indonesia。

(BACA: )

Sebelumnya,Badan Reserse Kriminal(Bareskrim)Polri beserta Komisi Perlindungan Anak Indonesia(KPAI)melaporkan kepada Kominfo perihal penggunaan aplikasi pencari kencan sesama jenis dalam sindikat kasus prostitusi online anak-anak。

Aktivis kaum女同性恋,同性恋,双性恋,dan变性人(LGBT)Dede Oetomo菜单pemerintah malah menciptakan ketakutan dan membuat panik道德di kalangan masyarakat。

Sementara itu,pengguna Grindr,Aga,mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh mencampuri kehidupan pribadi warga negara。

Ia mengakui bahwa prostitusi online yang melibatkan anak-anak memang salah,namun memblokir Grindr dan aplikasi sejenis juga bukan solusi tepat。 Sebab mereka hanyalah中等。 -Dengan laporan AFP / Rappler.com