訾盗云
2019-05-22 12:10:08
2016年9月15日下午4:09发布
2016年9月15日下午4:09更新

Iklan皇后美容诊所杨beredar di媒体sosial。屏幕截图dari YouTube

Iklan皇后美容诊所杨beredar di媒体sosial。 屏幕截图dari YouTube

雅加达,印度尼西亚 - Petugas Badan Reserse Kriminal(Bareskrim)Polri menggerebek klinik kecantikan tanpa izin di Sunter,Jakarta Utara,pada Rabu,9月14日。

女王美容诊所杨telah beroperasi sejak 2000 disegel oleh anggota Bareskrim karena tidak memiliki izin alias ilegal untuk beroperasi。

“Di situ tidak ada izin usaha untuk praktek klinik kecantikan,”kata Kepala Bareskrim Komjen Ari Dono di Jakarta,pada Rabu。

Menurut Ari,klinik tersebut sudah berupaya mengembangkan praktek sejumlah dokter spesialis,antara lain gigi,bedah,dan kulit sejak 2003。

Berdasar penyelidikan Bareskrim,Ari menyatakan bahwa pengelola klinik menggunakan obat perawatan kecantikan yang tidak berizin dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan(BBPOM)dan Kementerian Kesehatan。

Selain itu,Queen Beauty Clinic juga mencantumkan nama seorang profesor dengan ininial MGT dari St. John University di Singapura。 MGT diketahui merupakan pemilik klinik ini。

“Pemilik dari klinik,profesor tidak jelas karena ini tipu muslihat supaya [pelanggan] tertarik,”ujar Ari。

Saat ini,MGT sudah untuk dimintai keterangan lebih lanjut。 Ia dijadikan tersangka dan dijerat dengan pasal berlapis,yakni Undang-Undang Kesehatan,Undang-Undang Perlindungan Konsumen,dan Undang-Undang tentang Praktek Dokter。

Queen Beauty Clinic menerima operasi hidung,dagu,sedot lemak,potong rahang,tanam alis,tanam bulu mata,dan kantong mata。 Masing-masing harga untuk satu jenis operasi rata-rata berkisar di atas Rp 7,5 juta。

Sementara untuk berbagai macam suntik,seperti untuk mengencangkan pipi,kening,dan garis tawa,dibanderoli Rp 7-11 juta。

Ari menyatakan,mayoritas pasien klinik itu masyarakat berpenghasilan menengah ke atas,bahkan salah satu pasien diketahui artis berinisial M. -Antara / Rappler.com