从欣朊
2019-05-22 01:36:03
2016年9月15日下午12:03发布
更新时间:2016年9月15日下午12:03

Ilustrasi helikopter AgustaWestland tipe AW101。 Foto dari Wikimedia

Ilustrasi helikopter AgustaWestland tipe AW101。 Foto dari Wikimedia


雅加达,印度尼西亚 - Presiden Joko“Jokowi”Widodo mengatakan saat ini pemerintah belum perlu untuk membeli helikopter VVIP AgustaWestland。 Menurutnya,pembelian tersebut bukan prioritas saat ini。

“Ini kan ada prioritas,dan pemotongan anggaran seperti yang sudah saya keluarkan lewat Inpres agar tidak untuk hal-hal yang tidak perlu yang anggarannya yang tidak memberikan efek kepada apapun,”kata Jokowi,pada Kamis,9月15日。

Ia kemudian menjabarkan beberapa pos anggaran yang layak untuk dipangkas,di antaranya biaya perjalanan dinas,rapat-rapat,konsinyering,dan pengadaan barang-barang yang belum diperlukan。

Inpres yang dimaksud Jokowi adalah tentang -Langkah Penghematan Belanja Kementerian / Lembaga(K / L)Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan(APBN-P)Tahun Anggaran 2016。

Inpres tersebut telah ditandatangani oleh Jokowi pada 29 Agustus 2016。

Sebelumnya,pada 2015年11月,Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna mengatakan pihaknya akan membeli 3 unit helikopter AgustaWestland tipe AW101 untuk digunakan sebagai helikopter angkut VVIP,termasuk Presiden RI。

AgustaWestland AW101 direncanakan akan menjadi pengganti NAS-332 Super Puma yang dioperasikan sekarang。

Sementara Jokowi mengatakan,pemerintah akan kembali melihat kegunaan dan seberapa mendesak kebutuhan untuk membeli helikopter tersebut。

“Kalau komitmen,kan,bisa diundur,kan pesan sekarang bukan harus keluar sekarang,bukan kaya beli barang di toko.Biasas tunggu sampai tiga sampai empat tahun.Misalnya tahun ini harus dibayar 30 persen,dibayar 10 persennya dulu.Pembelian-pembelian seperti itu sangat biasa,“kata Jokowi。 -Antara / Rappler.com