訾盗云
2019-05-22 05:42:14
发布于2016年9月15日上午7:10
更新时间:2016年9月15日上午7:15

Saksi ahli toksikologi kimia Universitas Indonesia(UI),博士。 NAT。 Budiawan menyampaikan pandangan ketika menjadi saksi dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di PN Jakarta Pusat,Rabu(14/9)。 Menurut Budiawan,besarnya PH dalam lambung Mirna belum tentu disebabkan oleh sianida。 ANTARA FOTO / Wahyu Putro A / pd / 16

Saksi ahli toksikologi kimia Universitas Indonesia(UI),博士。 NAT。 Budiawan menyampaikan pandangan ketika menjadi saksi dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di PN Jakarta Pusat,Rabu(14/9)。 Menurut Budiawan,besarnya PH dalam lambung Mirna belum tentu disebabkan oleh sianida。 ANTARA FOTO / Wahyu Putro A / pd / 16

雅加达,印度尼西亚 - Persidangan kasus dugaan pembunuhan terhadap Wayan Mirna Solihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso memasuki“jilid”ke-20 pada Rabu,2016年9月14日。

Dalam persidangan kali ini,tim pengacara Jessica menghadirkan saksi ahli toksikologi dari Universitas Indonesia:Budiawan。 Budiawan juga salah satu perumus Rancangan Undang-undang(RUU)Bahan Kimia。

Dalam persidangan,Budiawan mempertanyakan metode dan perhitungan yang digunakan penyidik saat menghitung kadar sianida yang terdapat dalam kopi yang diminum Mirna。

Budiawan mencontohkan,jika memang terdapat 7.400 mg / I sianida dengan POH 2,67 pada kopi tersebut,maka potensial hidrogennya(PH)seharusnya 11,33。 Namun penyidik dan Jaksa penuntut Umum(JPU)menuliskan kadar PH sebesar 13。

“Ini sebenarnya metodenya apa ini,harus jelas。 Ketika dapat yang namanya menuduh dia pakai sianida,pake cara apa(menentukannya),“kata Budiawan。

Zat beracun lain dalam kopi Mirna

Budiawan mengatakan kadar sianida di dalam lambung Mirna terlalu sedikit untuk membuatnya tewas。 Karena itu ia menduga ada zat beracun lain yang mematikan di dalam gelas berisi kopi yang diminum Mirna。

“Mungkin saja banyak,karena zat-zat beracun kan banyak,”kata Budiawan menjawab pertanyaan Majelis Hakim。

Sianida tetap bisa terdeteksi setelah 5 hari

Menurut Budiawan,meskipun sudah 5 hari setelah kematian,tetapi jika memang ada zat kimia yang masuk ke dalam tubuh,tetap bisa dilacak di organ-organ seperti hati。

Tetapi pada kasus Mirna,zat sianida hanya bisa ditemukan di lambung dengan kadar yang sedikit。 “Meskipun sudah 5 hari tetap bisa ditemukan,”kata Budiawan。

Harus ada uji实验室pembanding

Menurut Budiawan,biasanya uji lab dilakukan di beberapa laboratorium agar hasil menjadi objektif karena ada pembanding。 Tetapi pada kasus Mirna,pengujian hanya dilakukan di satu laboratorium。

“Memang seharusnya kejadian ini tidak hanya satu lab。 Harus ada komparatif lab supaya kita bisa objektif,“kata Budiawan。

Ahli melakukan tes'reka ulang'

Pada persidangan-persidangan sebelumnya,博士。 Djaja Surya Atmaja menyatakan bahwa kadar sianida 7400mg dalam kopi Mirna itu mustahil。

Pada persidangan kali ini,kuasa hukum Jessica,Otto Hasibuan,sempat membahas kalau Budiawan pernah melakukan tes kadar sianida seperti yang terjadi pada Mirna。

Dalam tes tersebut Budiawan menggunakan bahan baku dengan jumlah yang sama seperti pada kasus Mirna,yaitu kopi vietnam yang diminum Mirna dengan kadar sianida sebesar 7400mg。

“Kita buktikan di situ,”kata Budiawan。 “Kita ingin uji benarkah nilai 7400mg itu apakah tidak berbahaya jika ada。”

Tes tersebut diuji kepada 8 orang yang di tempatkan di ruangan khusus。 Setelah 10 menit,gas sianida mulai keluar,dan 38 detik sesudahnya,langsung dilakukan evakuasi karena percobaan ini sangat berbahaya。

“Itu sangat membahayakan,”kata Budiawan。

Sianida di lambung Mirna proses wajar setelah kematian

Selain menghadirkan Budiawan,tim pengacara Jessica juga menghadirkan ahli patologi Gatot Susilo Lawrence。

Menurut Gatot,0.2mg sianida yang ditemukan pada lambung Mirna bukan berasal dari kopi,melainkan karena post-mortem atau proses tubuh setelah kematian。

“Jangan dibahas tentang kenapa ada 0.2mg sianida di lambung,seluruh dunia tahu itu验尸,”kata Gatot。 “Sianida itu baru bisa bikin mati kalo bereaksi di hati,jantung,dan lain-lain,”kata Gatot。

Seharusnya tiosenat ikut diperiksa

Gatot menyayangkan penyidik yang hanya memeriksa sianida yang terdapat pada lambung Mirna。 Seharusnya mereka juga memeriksa kadar Tiosenat dalam tubuh Mirna。

Karena jika memang kadar sianida yang masuk ke dalam tubuh tinggi,maka seharusnya zat sianida ini sebagian diubah menjadi Tiosenat dan sebagian masih tetap sianida。

Pengumpulan bukti kurang

Gatot juga mengatakan kematian Mirna tidak dapat ditentukan sebabnya karena tidak dilakukan autopsi menyeluruh。 Hal ini serupa dengan pendapat ahli-ahli sebelumnya yang dibawa oleh pihak Jessica。 “Tidak bisa kita ketahui sebab kematian,”kata Gatot。

Gatot juga menambahkan bahwa pengumpulan bukti untuk menyatakan penyebab kematian kurang。 “Pengumpulan bukti kurang cukup,”kata Gatot。 --Rappler.com