权铑蝣
2019-05-22 03:05:15
2016年9月14日下午10:56发布
2016年9月14日下午10:56更新

TERSANGKA。 Polrestabes Makassar ikut menghadirkan dua orang yang dijadikan tersangka ledakan tabung gas elpijii yang terjadi pada Minggu malam,9月11日。 Akibat ledakan itu,4 orang mengalami luka bakar parah。 Foto oleh Syarifah Fitriani / Rappler

TERSANGKA。 Polrestabes Makassar ikut menghadirkan dua orang yang dijadikan tersangka ledakan tabung gas elpijii yang terjadi pada Minggu malam,9月11日。 Akibat ledakan itu,4 orang mengalami luka bakar parah。 Foto oleh Syarifah Fitriani / Rappler

MAKASSAR,印度尼西亚 - Polrestabes Makassar menetapkan dua tersangka yakni CW dan CS sebagai dalang terjadinya ledakan tabung gas elpiji 3公斤dan 12公斤pada Minggu malam,9月11日di dekat Pasar Maricayya。 Polisi juga menemukan pelaku kerap mengoplos tabung gas elpiji di ruko yang menjadi pusat terjadinya ledakan。

Kapolrestabes Makassar,Kombes Pol Rusdi Hartono mengatakan polisi telah menangkap CW dan CS。 Kini,keduanya masih terus dimintai keterangan。 Dari hasil penyelidikan itu,diperoleh keterangan jika keduanya mulai beraksi untuk mengoplos dimulai pukul 21:00 WITA hingga 23:00 WITA。

“Dalam sehari,kedua pelaku ini menghasilkan 40 tabung gas elpiji 12公斤siap jual。 Gas itu kemudian dijual ke warga sekitar,“ujar Rusdi ketika memberikan keterangan pers pada Selasa,9月13日。

Berdasarkan informasi,kedua pelaku sudah melakukan praktik itu sejak 6 bulan terakhir。 Kedua pelaku beroperasi tanpa memperoleh izin dari pemerintah daerah,kelurahan atau kecamatan。

“Mereka menyewa ruko tersebut dan beroperasi di saat surat izin masih diurus,”katanya lagi。

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara(TKP)yang dilakukan Pusat Laboratorium(Puslabfor)dan Tim Identifikasi Polrestabes Makassar ditemukan beberapa bagian dan sisa pasca ledakan tabung gas elipiji 3公斤dan 12公斤杨menjadi barang bukti。 CW dan CS,kata polisi merupakan pemilik modal dan beroperasi secara ilegal di ruko dekat Pasar Maricayya di Jalan Harimau。

Raup惹恼了

巴朗布基。 Polrestabes Makassar tengah menggelar benda-benda yang ditemukan di tempat kejadian perkara yang diduga digunakan tersangka untuk mengoplos isi tabung gas elpiji。 Foto oleh Syarifah Fitriani / Rappler

巴朗布基。 Polrestabes Makassar tengah menggelar benda-benda yang ditemukan di tempat kejadian perkara yang diduga digunakan tersangka untuk mengoplos isi tabung gas elpiji。 Foto oleh Syarifah Fitriani / Rappler

Dari hasil praktik ilegalnya,CW dan CS memperoleh keuntungan yang besar。 Sebagai contoh,di malam takbiran saat ledakan terjadi,mereka berhasil meraup keuntungan Rp 85 ribu per tabung。 Sementara,dalam satu hari,mereka bisa mengoplos 40 tabung,kemudian dijual ke warga dengan harga Rp 140 ribu。

Sementara,sisa benda-benda yang ditemukan di lokasi olah TKP kini diamankan sebagai barang bukti,di antaranya 27 buah converter regulator yang berfungsi sebagai alat pemindahan dari tabung gas 3公斤ke 12公斤,32 buah penutup atau penyegel tabung,1 unit solder pemanas, 460 buah tabung gas 3公斤dan 50 buah tabung gas 12公斤。

Kerusakan yang diakibatkan ledakan tabung gas elpiji itu cukup parah。 Rusdi mengungkap 3单位mobil ditemukan dalam kondisi hancur dan terbalik,serta 4 unit rumah dengan kondisi rusak parah。

Dia mengatakan总kerusakan dan kerugian yang dialami warga di sekitar masih terus dikalkulasi。

“Kami masih melakukan pengembangan penyelidikan。 Hingga saat ini,tim masih berada di TKP,“katanya。

Kedua pelaku dijerat dengan Undang-Undang Migas No. 22 tahun 2001 mengenai minyak dan gas dengan ancaman 6 tahun penjara serta denda sebesar Rp 60 miliar。 - Rappler.com