仲饱
2019-05-22 12:13:10
2016年9月14日下午2:42发布
2016年9月14日下午3:21更新

Mohammad Basri dikawal dua anggota Satgas Operasi Tinombala。 Sumber照片:istimewa

Mohammad Basri dikawal dua anggota Satgas Operasi Tinombala。 Sumber照片:istimewa

雅加达,印度尼西亚 - Tertangkapnya Mohammad Basri bin Baco Sampe别名Ayas alias Bagong diyakini akan membuat kelompok Mujahidin Indonesia Timur(麻省理工学院)pimpinan Santoso semakin melemah。

“Kami bersyukur karena Basri merupakan目标提名人dua setelah Santoso berhasil ditangkap,”kata Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian(PTIK),雅加达Selatan,Rabu 2016年9月14日。

Basri ditangkap di Sektor Satu,Poso,Pesisir Selatan,Rabu(14/9)pukul 9.00 WIB dalam keadaan hidup。 Bersamanya polisi juga menangkap seorang lain bernama Andhika。 Namun kondisi Andhika ketika ditangkap sudah tewas。

“Dengan tertangkapnya Basri otomatis kekuatan terpenting saya kira sudah sangat lemah sekali,”kata Tito。 Basri saat ini tengah digiring Satgas Tinombala ke Palu untuk diinterogasi。

Dengan tertangkapnya Basri,maka polisi kini tinggal memburu satu orang lain,yakni Ali Kalora。 Namun,Tito melanjutkan,“Ali Kalora sudah dua tahun di Poso.Itu kelasnya jauh di bawah Santoso dan Basri。”

Tito memprediksi penangkapan pucuk pimpinan Mujahidin Indonesia Timur(MIT)ini akan membuat anggota mereka menyerahkan diri。 “Kami akan menerima dengan tangan terbuka,”kata Tito。

Meskipun gembong kelompok Mujahidin Indonesia Timur(麻省理工学院)sudah dilumpuhkan,namun petugas akan tetap melanjutkan operasi。 Namun kali ini dengan cara yang lebih persuasif。 “Baik melalui cara-cara pendekatan maupun cara-cara penegakan hukum,”kata Tito。 --Rappler.com