从欣朊
2019-05-22 06:01:15
发布于2016年9月14日上午9:15
更新时间:2016年9月14日上午10:10

PASAR KRAMAT JATI。 Salah satu tempat ditemukannya经销商vaksin palsu。 BPOM tak memiliki wewenang untuk merazia peredaran hingga ke tempat seperti ini。 Foto oleh Santi Dewi。

PASAR KRAMAT JATI。 Salah satu tempat ditemukannya经销商vaksin palsu。 BPOM tak memiliki wewenang untuk merazia peredaran hingga ke tempat seperti ini。 Foto oleh Santi Dewi。

雅加达,印度尼西亚 - Badan Pengawas Obat dan Makanan(BPOM)telah menetapkan satu tersangka dalam kasus obat illegal,palsu dan kadaluwarsa di Tangerang,Banten,kata Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto di Mabes Polri pada Selasa,9月13日。

Tersangka yang berinisial R itu,menurut Ari,diduga menjadi otak dibalik produksi dan distribusi obat-obatan palsu dan kedaluwarsa itu ke seluruh Indonesia。 Hingga saat ini,R sedang menjalani pemeriksaan namun belum dapat ditahan。

“Sudah diperiksa(BPOM)karena untuk kasus seperti itu kan(tersangka)tidak bisa ditahan.Jadi diproses,tersangkanya satu inisialnya R. Lebih lanjut tanya BPOM,”kata Ari。

Dalam kasus ini,Bareskrim hanya membantu untuk pemeriksaan laboratorium saja,sementara penyidikan dan proses selanjutnya dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil(PPNS)BPOM,kata Ari。
“Kasus ini penanganan dan penyidikkannya dilakukan BPOM,kami hanya支持saja.Untuk penindakan kami koordinasi dengan BPOM karena pabrik dan gudangnya relatif banyak,”kata Ari。

Pada Jumat,9月2日lalu,BPOM bersama dengan Bareskrim menggeledah lokasi yang dicurigai menjadi gudang produksi dan distribusi obat-obatan ini di Balaraja,Tangerang。

Lebih dari 42 juta pil yang diduga obat palsu ditemukan lengkap dengan alat produksi,bahan baku dan juga kemasannya。 Di antaranya adalah obat nyeri otot dan obat pereda nyeri seperti Tryhexyphanydyl,Heximer,obat analgetik(pereda sakit)Tramadol,Carnophen dan Somadryl。

Operasi penggeledahan obat palsu ini disebut'Favorit Generasi Muda'karena banyaknya generasi muda yang mencari obat-obat tersebut。

Menurut Penny Lukito,Kepala BPOM,kasus ini berawal dari penyalahgunaan obat nyeri otot Carnophen yang dapat menimbulkan efek halusinasi。 Setelah penelusuran lebih lanjut,BPOM berhasil mengungkap jalur penyebaran obat非法ini di Jakarta dan pelaku produksi dan distribusi obat di Kalimantan Selatan pada 2014 dan 2015。

Penny mengatakan bahwa dampak negatif dari obat palsu dan ilegal ini bisa merusak sistem saraf pusat yang dapat berpengaruh pada mental dan kualitas generasi muda bangsa。

R dituduh melanggar Undang-Undang Kesehatan No.36 tahun 2006,khususnya pasal 196 dan 197,dengan ancaman pidana 15 tahun penjara serta denda Rp1 miliar。

Pada bulan Juli lalu,pihak kepolisian menemukan vaksi palsu beredar di berbagai Puskesmas di Jakarta dan Bekasi。 - Rappler.com