邵赢
2019-05-22 03:04:12
发布于2016年9月13日下午2:52
更新时间:2016年9月15日上午10:15

Kejta api cepat di Hangzhou,Tiongkok。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler

Kejta api cepat di Hangzhou,Tiongkok。 Foto oleh Uni Lubis / Rappler

北京,Tiongkok - Ada 5 hal yang bisa mendorong realisasi investasi Tiongkok di Indonesia。 Pertama,hubungan politik yang baik di antara kedua negara。 印度尼西亚dan Tiongkok sudah menyepakai kemitraan komprehensif。

Kedua,stabilitas lingkungan politik,ekonomi,dan budaya di Indonesia。 Ketiga,situasi pasar dengan aturan yang transparan,adil,dan terbuka。

Keempat,rakyat Indonesia menyambut dengan baik investasi dari Tiongkok。 Dan kelima,kedua pihak menjalankan mekanisme pasar sesuai aturan yang berlaku secara global。

Kelima hal itu disampaikan oleh asisten Menteri Luar Negeri Tiongkok urusan Asia Pasifik,Kong Xuan You,kepada sejumlah wartawan dari Indonesia di kantornya di Beijing,pada Senin,9月12日。

Menurut Kong Xuan,yang pernah menjadi duta besar di Vietnam itu,Tiongkok serius ingin bekerjasama membangun negara di sekitarnya。 印度尼西亚,sebagai negara terbesar di kawasan ASEAN,tentu menjadi prioritas。

“Kalau dipikir-pikir,kami banyak sekali investasi di negara-negara di Afrika yang jaraknya sangat jauh dari Tiongkok.Mestinya kami lebih suka jika bisa investasi di Asia,termasuk Indonesia,”kata Kong Xuan。

Tiongkok menyoroti pentingnya efektivitas sebuah pemerintahan dalam menyerap investasi。 “Yang saya maksud efektivitas di sini adalah sinkronisasi antar instansi terkait investasi,juga aturan dari pusat sampai daerah,”ujar Kong Xuan。

Sedangkan,pengurusan签证kerja bagi pekerja dari Tiongkok masih menemui kendala。 Pengusaha masih dibebani pungutan。

(BACA:

Investasi Tiongkok ke negara asing terus meningkat。 Dalam semester pertama 2016,Negeri Tirai Bambu ini menanamkan investasi senilai US $ 130 miliar di sejumlah negara mitra。

“Tahun depan kami akan terus menggenjot penanaman modal asing sampai lebih dari US $ 500 miliar,”kata Kong Xuan。

Kong Xuan You,Asisten Menteri Luar Negeri Tiongkok urusan Asia Pasifik,pada 2016年9月12日。Foto oleh Uni Lubis / Rappler

Kong Xuan You,Asisten Menteri Luar Negeri Tiongkok urusan Asia Pasifik,pada 2016年9月12日。Foto oleh Uni Lubis / Rappler

Menurut数据Badan Koordinasi Penanaman Modal(BKPM),investasi Tiongkok di Indonesia naik pesat。 Pada Semester 1 tahun 2016,angkanya mencapai US $ 1,01 miliar,atau naik 532%dibanding periode yang sama tahun lalu。 Angka ini belum termasuk investasi di proyek KA Cepat Jakarta-Bandung。

Meskipun ekonomi Tiongkok tumbuh pesat,Kong Xuan memaparkan bahwa Tiongkok saat ini menghadapi masalah perlunya membangun kawasan barat lebih cepat,sehingga bisa menyamai kawasan timur。

“Di dalam negeri,kami menghadapi masalah keseimbangan pembangunan,sementara situasi global pun kompleks,”ujar Kong Xuan。 Di dalam negeri,masalah yang dihadapi termasuk membangun desa-desa。

Keputusan menjadikan杭州,ibu kota provinsi浙江sebagai tuan rumah KTT G-20 dua pekin lalu,tak lepas dari upaya pemerintahan Presiden Xi Jinping untuk menunjukkan kisah sukses Tiongkok membangun daerah。

“Setelah 30 tahun reformasi,membuka diri terhadap dunia luar,masalah-masalah ketimpangan ekonomi dan sosial masih ada.Ini masalah yang harus kami tangani puluhan,bahkan ratusan tahun ke depan,”tutur Kong Zuan yang didampingi sejumlah stafnya。

Menurut Kong Xuan,kawasan Timur Tiongkok luasannya sepertiga dari seluruh daratan,dengan 2/3 penguasaan pertumbuhan ekonomi。 “Kebalikannya,wilayah barat yang luasnya dua per tiga,porsi pertumbuhan ekonominya sepertiga,”kata Kong Xuan。

Untuk melancarkan kerjasama dengan Indonesia,Tiongkok mendorong people-to-people contact ,termasuk dengan pertukaran pelajar,kunjungan budaya,dan media。

“Kami menyadari,antara Tiongkok dan Indonesia ada perbedaan.Kita mencari titik-temu yang bisa mendekatkan,”ujar Kong Xuan。

Sejak pertemuan pertama antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Joko“Jokowi”Widodo pada akhir 2014 saat KTT APEC di Beijing,Tiongkok menganggap visi poros maritim gagasan Jokowi dapat dihubungkan dengan gagasan Presiden Xi tentang satu sabuk jalur sutra abad 21。

“Kami tidak akan berhenti membangun kereta api cepat saja.Kami ingin mendukung Indonesia membangun jalan tol,pelabuhan,dan proyek infrastruktur lainnya,”kata Kong Xuan。 -Rappler.com