冷吱
2019-05-22 01:10:11
发布时间2016年9月12日下午3:37
2016年9月12日下午3:47更新

Untuk menarik pembeli,beberapa pemilik kambing di Semarag,Jawa Tengah menyewa SPG cantik pada Senin,9月12日,hari Idul Adha。 Foto oleh Fariz Fardianto。

Untuk menarik pembeli,beberapa pemilik kambing di Semarag,Jawa Tengah menyewa SPG cantik pada Senin,9月12日,hari Idul Adha。 Foto oleh Fariz Fardianto。

SEMARANG,印度尼西亚 - Putri Hayuning Wulan tampak menebar senyuman berulang kali saat beberapa pemotor mampir berhenti di depannya。 Tak lupa ia membagikan brosur harga kambing kurban kepada orang-orang yang lewat。

Sembari menyeka keringat berulang kali,Putri,demikian ia biasa dipanggil,selalu sigap melayani warga yang datang untuk membeli kambing kurban。

Ia memang sengaja menjadi促销女孩(SPG)khusus untuk menjajakan hewan mamalia tersebut di Jalan Raya Sadeng,Kalipancur Semarang,Jawa Tengah。

“Baunya menyengat terutama kalau belum dimandiin.Tapi,mau enggak mau ya harus dijalani,karena saya diminta jualan kambing di sini,”kata Putri,saat mengawali obrolan dengan Rappler pada Senin pagi,9月12日。

Putri mengatakan meski Hari Raya Iduladha telah tiba,ia tetap diminta berjualan kambing oleh juragannya。 Tiap hari,ia mampu menjual 3-5 ekor dengan harga bervariasi。

Menjadi销售kambing,menurutnya,merupakan hal yang baru dilakoninya seumur hidup。 Mengenakan jilbab yang dipadukan dengan celana jeans ketat,penampilannya jelas menarik perhatian banyak orang yang melintas di Jalan Sadeng。

Ia mengaku tak malu berjualan kambing,kendati masih duduk di bangku semster III Unisbank Semarang。 “Buat nambah pengalaman juga karena tiap hari saya dapat penghasilan Rp 100 ribu,”katanya。

“Ini pengalaman pertama jadi sales.Karena biasanya cuma jualan rokok,sekarang beralih jualan kambing kurban,”imbuhnya。

Rekan seprofesinya,Dewi Sekar,juga tak minder tatkala berjualan kambing di tengah teriknya matahari kala siang hari。 Ia bahkan tidak jijik saat harus masuk kandang demi mengantarkan pembeli melihat kualitas kambingnya。

“Tawar-menawar pasti ada.Yang jelas,saat ini yang beli jadi tambah banyak dibanding tahun lalu.Kebanyakan pembeli dari lokal dan luar kota seperti Salatiga dan Ungaran,”terang Dewi。

Kedua perempuan itu merupakan销售kambing yang sengaja dipasang oleh Margo,seorang juragan kambing asal Mijen agar dagangannya cepat laku。 Sejak sebulan terakhir mereka bertugas menjajakan kambing mulai pukul 07:00 WIB pagi hingga menjelang mentari terbenam。

“Biar yang beli banyak.Dan Allhamdullilah keberadaan mereka mampu meningkatkan penjualan kambing sampai 200 ekor,”kata Margo。

Dispertan temukan 5 kambing kudisan

Kepala Dispertan Semarang WP Rusdiana mengatakan apa yang telah dilakukan Margo dalam menjual hewan kurban merupakan inovasi yang patut dicontoh para pedagang kambing lainnya agar semarak perayaan Iduladha lebih dirasakan masyarakat。

Meski begitu,ia mengimbau kepada pedagang agar tidak menjual kambing atau sapi yang berasal dari tempat pembuangan akhir(TPA)Jatibarang,sebab disinyalir mengandung metal sampah yang berbahaya bagi pencernaan manusia。

Berdasarkan hasil pengecekan kambing kurban yang dijual di pinggir jalan,ia kini menemukan lima ekor telah terjangkit kudisan atau penyakit menular yang menyerang pada bagian kulit luar kambing。

“Di dua kecamatan ada lima kambing kudisan.Kita minta kepada pemiliknya supaya segera diobati,”paparnya。

Ia menduga kuat kambing kudisan itu milik经销商asal Boyolali dan Purwodadi,di mana kedua daerah itu dikenal sebagai sentra penghasil kambing dan sapi di Jawa Tengah。

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan(Disnakeswan)Jawa Tengah Agus Waryanto,menyebut harga hewan kurban kini melonjak 15 persen dari tahun lalu。 Pemicunya karena daya beli masyarakat杨tinggi selama Iduladha tahun ini。 - Rappler.com。