萧孛庵
2019-05-22 12:49:01
2016年9月12日上午10:24发布
2016年9月12日上午10:24更新

KUOTA HAJI。 Presiden Joko“Jokowi”Widodo dan Presiden Filipina,Rodrigo Duterte tengah berbicara 4 mata di Istaan​​ Merdeka pada Jumat,9月9日。 Salah satu isu yang menjadi pembahasan keduanya yakni soal kuota ibadah haji。 Foto oleh Widodo S. Jusuf / ANTARA

KUOTA HAJI。 Presiden Joko“Jokowi”Widodo dan Presiden Filipina,Rodrigo Duterte tengah berbicara 4 mata di Istaan​​ Merdeka pada Jumat,9月9日。 Salah satu isu yang menjadi pembahasan keduanya yakni soal kuota ibadah haji。 Foto oleh Widodo S. Jusuf / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Hasil pertemuan双边antara Presiden Joko“Jokowi”Widodo dengan Presiden Filipina,Rodrigo Duterte pada pekan lalu menghasilkan beberapa kesepakatan positif。 Salah satu di antaranya,Pemerintah Filipina sepakat untuk memberikan sisa kuota haji yang tidak terpakai kepada Indonesia。

Sejak oleh imigrasi Filipina karena menggunakan dokumen ilegal,Presiden Jokowi sudah melakukan berbagai pendekatan。 Sebelumnya saat menghadiri KTT G20 di杭州,Tiongkok,mantan Walikota Solo itu telah berbicara dengan Putra Mahkota dari Arab Saudi,Pangeran Mohammed。

“Kami sudah berbicara dan menyampaikan bahwa kita ingin meminta tambahan kuota haji dan Beliau sudah menyampaikan akan ditambah,”kata Jokowi yang ditemui di Banten pada Minggu,9月11日。

Namun,tidak diketahui dengan jelas berapa jumlah kuota tambahan yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi。 Sejauh ini,印度尼西亚memperoleh 168.800 kuota ibadah haji。

Komitmen kuota tambahan dari Pemerintah Filipina juga belum diketahui。 Namun,Jokowi memastikan rencana itu disambut baik oleh Duterte ketika berkunjung ke Jakarta pada tanggal 9月8日至9日。

“Kemarin waktu ketemu Presiden Duterte,juga saya sampaikan,silahkan,”tutur Jokowi。

Kendati demikian,Jokowi mengingatkan penambahan kuota tersebut tetap berpatokan pada prosedur dan peraturan yang berlaku di masing-masing negara,sehingga tidak akan menimbulkan masalah baru。

“Prosedurnya akan kita benarkan,jangan sampai seperti yang sudah-sudah,sebelum-sebelumnya memakai paspor yang palsu。 Ini yang menyebabkan'ruwet'di situ,“katanya lagi。

Kuota tambahan haji tersebut akan ditindak lanjuti ketika Raja Salman berkunjung ke Indonesia di bulan Oktober mendatang。

“Hitungannya belum bisa disampaikan,pada saat nanti Raja Salman ke Indonesia,mungkin sudah ada pernyataan berapa tambahan yang bisa diberikan kepada Indonesia plus kuota yang tidak dipakai di Filipina,Singapura dan Jepang。 Itu juga yang kemarin kami minta dan sudah dibicarakan,“ujarnya。

Sementara,dari 177 calon jemaah haji asal Indonesia, 。 Mimpi mereka untuk beribadah haji pun terpaksa pupus karena tidak diizinkan oleh imigrasi Filipina menggunakan paspor negara itu。

Sisa 9 calon jemaah haji Indonesia masih berada di Manila untuk dibutuhkan keterangannya sebagai saksi mengenai tindak pelanggaran imigrasi tersebut。 - Rappler.com

BACA JUGA: